Komisi C Bahas Kebutuhan Jaringan Jalan Gedebage dan Akses Tol KM 149

  • WARTA
  • -
  • Rabu, 22 September 2021 | 23:12 WIB
210922231413-komis.jpg

Foto: Humas DPRD Kota Bandung

PENABANDUNG.COM - Komisi C DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja bersama Bappelitbang, Distaru, Dishub, Dinas PU, serta Pimpinan Summarecon Bandung, dengan agenda pembahasan rencana teknis pembangunan jaringan jalan dan struktur, serta pola ruang kawasan Gedebage, di Ruang Rapat Badan Musyawarah (Bamus), Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (21/9/2021).

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi, SP, dan dihadiri oleh Wakil Ketua, Drs. Riana, Sekretaris Komisi, Ferry Cahyadi Rismafury, SH., serta para anggota komisi, di antaranya Folmer Siswanto M. Silalahi, ST., Sandi Muharam, SE., dan H. R. Iwan Darmawan.

Dalam rapat tersebut Yudi Cahyadi mengatakan, kebutuhan terkait jaringan jalan dan struktur, serta pola ruang di kawasan Gedebage, termasuk rencana pembukaan jalur simpang susun KM 149 harus saling terintegrasi dengan akses yang ada. Selain itu, perlu juga memperhatikan kebutuhan dan kepentingan dari masyarakat Kota Bandung, khususnya masyarakat sekitar yang terdampak kebijakan.

Dengan demikian, terkait pembahasan rencana tersebut pihaknya akan terlebih dahulu untuk melakukan konsultasi dengan Kementerian PUPR. Hal ini khususnya terkait dengan kewenangan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di Direktorat Jenderal Bina Marga untuk mendapatkan pandangan dan informasi secara langsung dan jelas, terkait kemungkinan pembukaan Interchange KM 149 di Kawasan Gedebage.

"Berbagai pandangan umum seputar teknis dari rencana tersebut telah dipaparkan oleh sejumlah OPD terkait. Tinggal koordinasi dan evaluasi dari hasil persiapan-persiapan teknis yang telah dilakukan dari rencana pembukaan KM149 ini. Jangan sampai nanti setelah dibuka, justru akan menimbulkan persoalan-persoalan yang menjadi pekerjaan rumah ke depan, sehingga upaya evaluasi harus kembali dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C, Folmer Siswanto M. Silalahi mendorong agar rencana pembukaan simpang susun KM 149 tidak dilakukan secara terburu-buru dengan mengejar aspek potensi keuntungan ekonomi yang akan diperoleh semata.

Yang juga perlu diperhatikan adalah dampak lingkungan, dampak sosial, termasuk tingkat keamanan dan keselamatan dari masyarakat, yang merupakan standar baku dan telah diatur dalam Undang-undang serta peraturan pemerintah.

Maka, hal yang wajar apabila pihak BPJT selaku pihak yang diberikan kewenangan untuk memutuskan izin dari rencana pembukaan akses Interchange KM 149 masih melakukan pertimbangan dari realisasi rencana tersebut.

"Di samping itu dalam rangka penataan ruang kawasan, lahan milik masyarakat yang belum dibebaskan, namun berada dalam kawasan rencana pengembangan dan penataan fasos fasum dari Summarecon,  tetap harus diberikan kesempatan untuk mendapatkan hak aksesnya, baik itu melalui sistem transaksi ganti rugi dengan harga yang wajar ataupun dengan sistem hibah dari Summarecon. Intinya masyarakat tetap diberi ruang untuk dapat melakukan penataan kawasan bersama Summarecon," ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota komisi lainnya, Sandi Muharam. Menurut Sandi, rencana pembukaan akses simpang susun KM 149, harus mampu menguntungkan semua pihak, baik itu masyarakat maupun pihak Summarecon selaku pemilik akses yang terintegrasi dengan fasilitas umum tersebut.

"Jangan sampai pembukaan akses interchange KM 149 justru hanya menguntungkan beberapa pihak, tapi harus mampu memberikan dampak manfaat positif bagi sebagian besar masyarakat Kota Bandung. Sehingga pengkajian dari rencana tersebut harus dilakukan sedetail mungkin, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dari realisasi rencana tersebut," katanya.* (Permana)

Penulis/Pewarta: Tim Pena Bandung
Editor: Asep el-Abbas
©2021 PENABANDUNG.COM

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
211116210837-edwin.jpg
Edwin Senjaya Minta Pemerintah Tingkatkan Fasilitas Olahraga
211116055630-fraks.jpg
Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum untuk Raperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini