Yahudi 'Bermain', Aplikasi Al-Quran Ustaz Adi Hidayat Dihapus Google

  • WARTA
  • -
  • Sabtu, 29 Mei 2021 | 06:21 WIB
210529062844-yahud.png

Foto: Istimewa

PENABANDUNG.COM -  Tak hanya Facebook dan Instagram yang mengahapus semua postingan yang menyuarakan soal ketidakadilan Israel terhadap Palestina, bahkan kini merambah ke aplikasi yang tidak ada hubungan langsung dengan isu tersebut.

Ustadz Adi Hidayat mengaku terkena dampak melakukan pembelaan terhadap Palestina. Namun menurutnya, itu adalah risiko dari sebuah perjuangan. Salah satunya adalah aplikasi android Al-Quran miliknya di Google Playstore. Padahal, kata Ustaz Adi Hidayat, aplikasi itu tidak ada hubungannya dengan Palestina. Selain itu, video-video yang ada di akun YouTube-nya juga susah diakses. Kabar ini disampaikan Ustadz Adi Hidayat melalui akun YouTube Adi Hidayat Official, dipantau Minggu (23/5).

‘’Kabar telah kita update dari Gaza, aspek sejarah sudah kita uraikan, pun demikian sudut pandangan dari negara sudah kita hadirkan. Alhamdulillah saat ini kami dapat risiko tidak mudah, bila teman-teman akses kembali sejak kami bahas isu kebenaran peristiwa ini, ada kebijakan-kebijakan menjadi sulit diakses,’’ kata Ustadz Adi Hidayat.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, atas hal itu pihak Google memberikan notifikasi jika hal itu dianggap tidak pantas. Selain itu, aplikasi Al-Quran juga diremove dari Playstore. ‘’Yang lebih dahsyat lagi, saya mendapatkan info ada aplikasi kita yang bahkan sudah dihapus oleh Google. Yang tidak ada kaitan sama sekali, Anda bisa bayangkan kita membuat aplikasi Al-Quran, tiba-tiba dihapus. Tidak ada konfirmasi ke kita, hilang begitu saja,’’ ungkapnya.

Tidak hanya itu, aplikasi lain yang tidak memiliki korelasi sama sekali juga ikut dihapus oleh pihak Google. ‘’Bagaimana aplikasi Al-Quran bisa dihilangkan, bagaimana kemudian aplikasi yang berisi tentang taklim, informasi referensi buku atau hal yang berkaitan dengan keseharian tiba-tiba dihilangkan begitu saja tanpa ada konfirmasi yang jelas,’’ katanya dengan nada heran.

Namun, Ustadz Adi Hidayat mengakui hal itu sebagai risiko dari sebuah perjuangan. Dirinya juga mengandaikan, misalnya matahari diletakkan di tangan kanannya, rembulan di tangan kirinya, hal ini tidak akan menghentikan dirinya untuk menyampaikan kebenaran. ‘’Kami menyampaikan kepada teman-teman sekalian, kita bahagia dan tetap support dan semangat untuk belajar. Alhamdulillah tidak ada masalah, mungkin akun ini nanti hilang juga tak ada masalah, bagi kami lillaahita’ala,’’ jelasnya.

Tak dapat dipungkiri, orang Yahudi merupakan penguasa di segala sektor penting di dunia ini, termasuk teknologi. Banyak keturunan Yahudi menjadi pelopor produk teknologi kelas atas yang banyak digunakan orang. Di antaranya adalah Google. Raksasa pencarian dan pemilik YouTube, Android dan lainnya ini, salah satu pemiliknya adalah Sergey Brin. Sergey Mikhailovich Brin lahir di Moskow, Uni Soviet, 21 Agustus 1973 lalu. Dirinya merupakan anak dari keluarga Yahudi pasangan Mikhail dan Evgenia Brin.***

Sumber: lomboktoday.co.id

Editor: Asep el-Abbas

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
210619180220-polwi.jpg
Polwiltabes Bandung Kembali Lakukan Penyekatan Beberapa Ruas Jalan
210609230938-presi.jpg
Presiden Instruksikan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dilaksanakan Ekstra Hati-Hati
210609212921-bpd-d.jpg
BPD dan Aparatur Desa Cipagalo Siap Laksanakan Pilkades 2021
210615111159-desa-.png
Desa Batukarut Lanjutkan Pembangunan di Bawah Kepemimpinan Kades Cepi Ramdani
210607213834-dewan.jpg
DPRD Minta KLHS Diintegrasikan dengan RPJMD
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini