Tim Penggerak PKK Jadi Elemen Penting Edukasi Politik Warga

  • WARTA
  • -
  • Kamis, 6 Mei 2021 | 22:20 WIB
210506222203-tim-p.jpg

Foto: DPRD Kota Bandung

PENABANDUNG.COM - Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Khairullah S.Pd.i menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan pendidikan politik bagi kader TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Bandung di Fox Harris Hotel, Bandung, Kamis (6/5/2021).

Dalam kegiatan yang telah berlangsung selama dua hari sejak Rabu (5/5/2021) itu juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Suharti.

Khairullah mengatakan, politik merupakan lokomotif pembangunan dari sebuah bangsa yang menentukan setiap proses kebijakan. Dengan demikian, pendidikan politik memiliki peranan yang cukup penting bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya untuk dalam rangka menentukan arah bangsa.

Politisi partai PKS itu pun menyebut, terdapat empat hal yang dilahirkan oleh proses politik yang menurutnya disingkat menjadi kata “KDRT,” yaitu Kepemimpinan, Destinasi, Rakyat, dan Tersadarkan dan menyadarkan.

“KDRT” ini menjadi unsur penentu dari setiap proses politik, dimulai dari fungsi “K” atau Kepemimpinan, sebagai penentu arah suatu kebijakan, mewakili setiap pemimpin yang lahir dari sebuah proses politik.

Kemudian pada unsur ”D” atau Destinasi, yakni ketertarikan terhadap suatu hal, merujuk pada makna setiap pemimpin sebelum dipilih pasti memiliki janji kampanye atau visi misi pembangunan yang ditawarkan kepada para calon pemilihnya.

“Selanjutnya ‘R’ atau Rakyat sebagai penentu keterpilihan seseorang sebagai pemimpin melalui proses pemilu, dan ‘T’ atau Tersadarkan, yaitu, tujuan dari sebuah pendidikan politik yang diberikan kepada masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, pendidikan politik menjadi sesuatu yang penting dan dibutuhkan oleh setiap anak bangsa dan menentukan ketercapaian tingkat partisipasi politik dalam setiap gelaran pesta demokrasi.

Dalam rangka mewujudkan ketercapaian tingkat partisipasi politik, ia menambahkan, maka ibu-ibu atau perempuan yang berkecimpung dalam tim penggerak PKK merupakan salah satu elemen penting untuk dapat mengedukasi dan penyadaran masyarakat bahwa proses politik tidak bisa lepas dari kehidupan kita.

“Terlebih masyarakat merupakan penentu dari masa depan arah bangsa, dengan menjadi pemilik hak suara untuk memilih sosok calon pemimpin yang tepat dan kredibel yang diyakini memiliki kemampuan untuk berpihak kepada kepentingan rakyat lebih, bukan demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded mengatakan, para kader PKK merupakan salah satu garda terdepan dalam upaya  mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan pemilu. Hal tersebut sesuai dengan implementasi sepuluh program pokok pembinaan yang terbagi dalam empat pokja.

"Para kader PKK ini merupakan bagian dari pemerintah, sehingga partisipasi aktif dalam setiap penyelenggaraan proses politik itu merupakan komitmen dan tanggung jawab dari implementasi tugas-tugas pokok PKK yang tertuang dalam sepuluh program pokok PKK, khususnya Pokja satu, yaitu penghayatan dan pengalaman Pancasila, sila keempat yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan," ujarnya.

Dengan demikian, kata Siti, merupakan tugas dari para kader PKK untuk ikut mensosialisasikan politik kepada masyarakat luas, karena suara rakyat merupakan sebagian perwakilan dari suara Tuhan. Oleh karena itu, rakyat memiliki legitimasi untuk dapat menjadi seorang pemimpin orkestra di dalam melakukan perubahan-perubahan di bangsa dan negara Indonesia.

Maka, politik merupakan sebuah cara untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu menghadirkan Indonesia yang berdaulat. Siti menambahkan, perempuan memiliki potensi yang tidak bisa dimiliki seorang laki-laki. Sehingga, keberadaanya sangat penting dan perempuan perlu duduk di dalam stuktur pengambil kebijakan pemerintah.

"Perempuan memiliki potensial multitalenta yang tidak dimiliki laki-laki. Selain cara berpikir yang majemuk, bisa detail, membuat suasana lebih adem, dan banyak urusan yang perempuan itu lebih tahu. Sehingga dengan hadirnya keterlibatan peran perempuan dalam setiap pengambilan kebijakan, baik itu di rumah tangga maupun pemerintah, bukan hanya untuk melengkapi atau memenuhi kuota, akan tetapi karena keberadaannya sangat penting," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bandung Suharti menjelaskan, keterwakilan perempuan dalam politik merupakan upaya untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan untuk dipilih dan duduk di parlemen, serta memiliki kuasa dalam pengambilan keputusan.

"Dengan keterlibatan perwakilan peran perempuan, diharapkan selain adanya kesetaraan gender tapi juga pengambilan keputusan dalam setiap proses politik dapat memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.* (Permana)

Editor: Asep el-Abbas

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
210525110501-dprd-.jpg
DPRD Apresiasi Pemkot Bandung Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut-turut
210607212755-dewan.jpg
Dewan Berharap LSM Mampu Tingkatkan Kontribusi Bagi Masyarakat
210616083748-di-ma.jpg
Di Margahayu, Hanya Satu Desa yang akan Gelar Pilkades Serentak
210529062844-yahud.png
Yahudi 'Bermain', Aplikasi Al-Quran Ustaz Adi Hidayat Dihapus Google
210526211142-atura.jpg
Aturan Jenjang Jabatan Membuat Resah ASN Kemnaker
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini