Sejumlah Wartawan Sayangkan Sikap Arogan Satpam Kemenag Jabar

  • WARTA
  • -
  • Selasa, 13 April 2021 | 21:12 WIB
210413213532-sejum.jpg

Foto: Humas Kemenag Jabar

Kantor Kemenag Jabar

PENABANDUNG.COM - Sejumlah wartawan yang biasa meliput kegiatan keagamaan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat menyayangkan sikap arogansi yang diperlihatkan salah seorang satuan pengamanan (satpam) di lingkungan kantor tersebut.

Pasalnya, satpam tersebut menghardik wartawan agar tidak memasuki aula. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Selasa (13/4/2021), peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/4/2021) pagi.

Satpam berinisial Uj yang mengaku koordinator satpam itu, selama ini dikenal beberapa wartawan sebagai sopir salah seorang Kepala Bagian di Kemenag.

Ketika itu, salah seorang wartawan yang biasa meliput di Kanwil Kemenag Jabar, Deny mengaku sudah janjian dengan salah seorang pejabat kantor yang beralamat di Jalan Sudirman Bandung tersebut.

Terkait kondisi tersebut, Deny mengaku sudah mengikuti posedur yang berlaku. Apalagi selama ini dia pun sudah sangat dikenal di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar.

Deny pun, atas izin dua orang satpam bernama Suparman dan Untung, diperkenankan memasuki ruangan sekaligus diberikan ID Card Tamu.

Namun ketika sedang duduk di kursi tunggu, Deny tiba tiba disuruh kembali untuk menghadap Uj. Saat itu, Uj melarang Deny masuk Kantor Kemenag Jabar tanpa menjelaskan alasannya.

"Teu meunang asup ku sayah," hardiknya sambil melotot dan meminta ID Card Tamu dikembalikan.

Sebagai wartawan peliput di Kemenag Jabar, Deny berusaha untuk menjelaskan posisinya sambil mengatakan kalau dirinya sudah melakukan protap liputan di Kemenag Jabar. Namun tetap saja uj menolak kehadirannya.

Atas peristiwa itu Deny dan sejumlah wartawan peliput di Kemenag Jabar menyayangkannya.

Dua wartawan senior Teteng Saftarie dan Dedi Asyikin pun, sangat menyayangkan sekali peristiwa tersebut sebagai kejadian yang berulang-ulang dialami wartawan di kemenag Jabar.

Peristiwa pertama ketika wartawan merasa dilecehkan zaman Kakanwil Muhaimin yang memicu unjuk rasa wartawan di halaman Jalan Sudirman Bandung. Sejumlah pasukan Polisi dari Polwiltabes Bandung saat itu turut mengamankan situasi.

Peristiwa kedua, saat almarhum wartawan Hendy yang hampir beradu fisik dengan salah satu pejabat yang kini dimutasikan ke Kemenag Kabupaten Sumedang.

Terakhir petistiwa penghardikan yang dialami Deny dari oknum yang mengaku sebagai koordinator satpam di Kanwil Kemenag Jabar.

Teteng mengharapkan, peristiwa ini diselesaikan melalui kekeluargaan dan permufakatan. Sekalipun hak wartawan yang merasa mendapatkan perlakuan tidak pantas untuk melaporkannya ke polisi.

Teteng yang mantan Ketua Pokja Wartawan Liputan Agama Jabar dan mantan pengurus PWI Jabar itu berharap agar peristiwa semacam tidak terulang lagi di kemudian hari. ***

Penulis/Pewarta: Tim Pena Bandung
Editor: Asep el-Abbas
©2021 PENABANDUNG.COM

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
210609230938-presi.jpg
Presiden Instruksikan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dilaksanakan Ekstra Hati-Hati
210525110501-dprd-.jpg
DPRD Apresiasi Pemkot Bandung Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut-turut
210621080211-60-ta.jpg
60 Tahun Sister City, Jembatan Bandung Hadir di Taman Kota Braunschweig
210529062844-yahud.png
Yahudi 'Bermain', Aplikasi Al-Quran Ustaz Adi Hidayat Dihapus Google
210616083748-di-ma.jpg
Di Margahayu, Hanya Satu Desa yang akan Gelar Pilkades Serentak
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini