Jangan Sampai Keliru!, Kenapa Tidak Boleh Menggunakan Media Tanam Hanya Satu Jenis

  • RAGAM
  • -
  • Rabu, 20 Januari 2021 | 17:25 WIB
210120175735-janga.jpeg

Tanaman dalam polybag

PENABANDUNG.COM - Sebagian orang menggunakan media tanam secara murni. Artinya, tidak dicampur antara sekam, tanah, pasir, pupuk kandang, atau serbuk kayu.

Menggunakan media tanam dengan cara tersebut justru kurang tepat karena akan menyebabkan hal-hal sebagai yang tidak diinginkan.

Baca juga: Mengatasi Busuk Akar Pada Tanaman Kesayangan Anda

A. Hanya menggunakan sekam

Jika Anda membeli tanaman buah yang medianya hanya menggunakan sekam dan campur humus bambu, tanaman itu tidak akan tumbuh sehat dan lama berbuah karena miskin hara. Media tanam ini hanya cocok dipakai untuk mengirim bibit tanaman dengan jarak jauh karena sifatnya ringan, mampu menyimpan air, dan cukup porous. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan mau berbuah, media tanam ini perlu ditambah dengan tanah kebun dan pupuk NPK.

B. Hanya menggunakan tanah

Apabila media tanamnya hanya menggunakan tanah liat (sawah), tanaman tidak akan tumbuh dengan baik dan sehat karena medianya cepat padat, walau sebenarnya kandungan haranya cukup lengkap. Media tanam yang padat akan sulit menyerap air sehingga air mudah tergenang di permukaan pot dan aerasi udaranya jelek. Untuk memperbaiki kualitas media tanam tersebut, perlu tambahan pupuk kandang dan pasir.

C. Hanya menggunakan pasir

Apabila media tanamnya banyak mengandung pasir, tanaman perlu dirawat secara intensif, terlebih untuk pengairan dan pemupukannya, karena sifat medianya tidak bisa menahan air. Keistimewaan media ini adalah aerasi udaranya sangat bagus. Agar media ini cocok untuk tanaman buah, perlu tambahan media tanam berupa pupuk kandang dan tanah kebun.

D. Hanya menggunakan pupuk kandang

Apabila media tanamnya terlalu banyak mengandung pupuk kandang atau kompos, tanaman tidak akan kokoh pertumbuhannya karena akar tanaman tidak mendapatkan tempat berpijak yang kuat. Keistimewaan media tanam ini adalah aerasi udaranya cukup bagus, kandungan hara cukup lengkap, terutama unsur mikronya. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, media ini perlu tambahan media tanam berupa tanah kebun dan pasir.

Solusi Campuran Media Tanam

Media tanam yang bagus untuk bertanam Tabulampot adalah menggunakan campuran antara tanah, pasir, dan pupuk kandang atau kompos. Penggunaan pasir dapat diganti dengan serbuk kayu gergajian atau sekam, agar bobot media tanamnya lebih ringan. Media tanam yang diisikan ke dalam pot terdiri atas campuran tanah, pasir/ sekam/serbuk gergajian, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Jika tanah kebun terlalu liat atau terlalu banyak mengandung pasir, perbandingan tanah kebun, pasir/sekam/serbuk gergaji, dan pupuk kandang menjadi 2 : 1 : 2.

Khusus untuk tanaman anggur dalam pot, dapat digunakan campuran tanah kebun, pasir kali, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 2. Sebelum digunakan, media itu sebaiknya diayak dulu agar diperoleh media tanam yang tampak seragam, halus, menarik, dan bersih penampilannya.

Bahan tambahan yang perlu dicampurkan dalam media tanam sebagai pupuk dasar adalah satu sendok pupuk NPK (15 : 15 : 15) dan 25 g dolomit untuk per 10 kg media tanam. Bahan tambahan tersebut dicampur rata. Keasaman media tanam dapat diatur sesuai dengan kebutuhan jenis tanaman atau dibuat netral dengan pH tanah 6,5—7. ***

Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Muhamad Hafizh
©2021 PENABANDUNG.COM

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini