Becak, Pisau, Bacang hingga Catur Gajah Ternyata Serapan dari Bahasa dan Budaya Tionghoa

foto

Foto: pikiran-rakyat.com

PENABANDUNG.COM - Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD mengunjungi Museum Sejarah Tionghoa di Kota Bandung, Jawa Barat. Seperti diketahui museum tersebut berada di Gedung Yayasan Dana Sosial Priangan, di Jalan Nana Rohana, Kota Bandung.

"Saat kunjungan ke museum saya mendapatkan wawasan baru yang sangat berharga terkait sejarah perjuangan etnis Tionghoa saat merebut kemerdekaan.

Selain juga saat mengisi kemerdekaan pada saat sekarang," kata Danpussenkav TNI AD Mayjen TNI Wawan Riswandi di lokasi pada Jumat 4 September 2020.

Menurut Wawan masyarakat seharusnya diberikan pelajaran terkait kiprah etnis Tionghoa ini.

"Bagaimana kiprahnya dalam membantu kemerdekaan di Indonesia," ucapnya didampingi Direktur Umum Pussenkav TNI AD, Brigjen TNI Bambang Supardi.

Wawan juga menyatakan dengan pengetahuan terhadap peran serta etnis Tionghoa ini bisa memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Jadi dengan beragamnya suku, bangsa maupun etnis justru semakin memperkuat persatuan dan kesatuan tersebut.

Mudah-mudahan dengan pengetahuan tentang sejarah tersebut maka masyarakat Indonesia bisa kompak," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut Mayjen TNI Wawan Riswandi pun dijelaskan beberapa sejarah tentang etnis Tionghoa di Indonesia.

Salah satunya adalah tentang beberapa bahasa serapan dari Tionghoa yang dipakai sehari-hari semisal becak, pisau dan bacang.

Selain itu Wawan pun dijelaskan tentang beberapa budaya lain dari Tionghoa semisal catur gajah.

Bahkan dari catur gajah ini ada beberapa orang santri pesantren yang menguasainya hingga menjadi juara tingkat Internasional beberapa waktu lalu.

Danpussenkav TNI AD pun berjanji akan berkoordinasi dengan etnis Tionghoa dari Masyarakat Tionghoa Peduli di masa datang.‎

"Saya harap ada museum yang lebih lengkap lagi di masa mendatang," katanya.

Menurut Herman ‎akan ada beberapa kegiatan di masa mendatang bekerjasama dengan Pussenkav TNI AD.

"Kita nanti akan bersinergi untuk pembagian sembako, bedah rumah, perbaikan rumah ibadah dan lainnya.

Semoga dengan sinergi ini hubungan kekeluargaan Masyarakat Tionghoa Peduli dan aparat semakin terjaga," ucapnya didampingi Koordinator II MTP Dr Djoni Toat SH, MM.

Sementara itu menurut Djoni Toat kegiatan ini pun nantinya akan dibantu pula oleh Yayasan Pikiran Rakyat. Bahkan kegiatan ini sudah terjadwal hingga tahun 2021 mendatang pada bulan Januari.

Koordinator Utama Masyarakat Tionghoa Peduli, Herman Widjaja mengaku senang dengan kunjungan dari Danpussenkav TNI AD tersebut.

"Selain pembagian sembako ada juga pengobatan gratis. Semoga semuanya berjalan dengan lancar, dan tentunya yang utama adalah agar pandemi ini segera berakhir," ucapnya.***

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Jangan Sampai Keliru!, Kenapa Tidak Boleh Menggunakan Media Tanam Hanya Satu Jenis
Mengatasi Busuk Akar Pada Tanaman Kesayangan Anda
Ikan Redfin: Asal Mula, Karakter, Jenis, Harga, dan Cara Pemeliharaan
Cara Mudah Menanam Carpet Seed untuk Aquascape
Banyak Situ atau Danau di Bandung Kini Hanya Tinggal Nama