Surat-surat Islam dari Endeh, Korespondensi Soekarno-Hassan Bandung (Bagian III)

  • LITERASI
  • -
  • Kamis, 10 Juni 2021 | 10:07 WIB
210610102413-surat.jpg

Foto:adibrofiqi.wordpress.com

(Surat menyurat Ir. Soekarno kepada Tuan A. Hasan, Guru “Persatuan Islam” Bandung 1 Desember 1934 hingga 25 Nopember 1936 , Sumber refrensi : Islam Sontoloyo : Pikiran-Pikiran Sekitar Pembaruan Pemikiran Islam – Ir Soekarno – Sega Arsy 2010)

Endeh, 17 Juli 1935

Assalamu’alaikum,

Telah lama saya tidak kirim surat kepada Saudara. Sudah kah saudara terima saya punya surat yang akhir, kurang lebih dua bulan yang lalu ?.

Kabar Endeh: sehat wal’afiat, Alhamdullilah. Saya masih terus studi Islam, tetapi saya kekurangan perpustakaan, semua buku-buku yang ada pada saya sudah habis “termakan”. Maklum, pekerjaan saya sehari-hari , sudah cabut-cabut rumput di kebun dan di samping “mengobrol” dengan anak bini buat menggembirakan mereka, sisa waktu saya pakai untuk membaca saja. Berganti-ganti membaca buku-buku Ilmu Pengetahuan Sosial dengan buku-buku yang mengenai Islam. Yang belakangan ini, dari tangan orang Islam sendiri di Indonesia atau di luar Indonesia, dan dari tangan kaum Ilmu Pengetahuan yang bukan Islam.

Di Endeh sendiri tak seorangpun yang bisa saya tanyai, karena semuanya memang kurang pengetahuan (seperti biasa) dan kolot bin kolot. Semuanya hanya bertaqkid saja zonder tahu sendiri apa-apa yang pokok; ada satu dua pengetahuan sedikit, di Endeh ada seorang “sajid” yang sedikit terpelajar, tetapi tidak dapat memuskan saya, karena pengetahuannya tak keluar sedikitpun dari “kitab Fiqih”: mati hidup dengan kitab fiqih itu, dus-kolot, dependent, unfree, taqlid, Quran Api Islam seakan-akan mati, karena kitab fiqih itulah yang seakan-akan menjadi algojo “Ruh” dan “Semangat” Islam. Bisa sebagai misal, satu masyarakat itu hanya dialaskan saja kepada “Wetboek van starafrecht” dan “Burgerlijk Wetboek”, kepada artikel ini dan artikel itu? Masyarakat yang demikian itu akan segera menjadi masyarakat “mati”, masyrakat “bangkai”, masyarakat ialah justeru ia punya hidup, ia punya nyawa. Begitu pula, maka dunia Islam sekarang ini setengah mati, tiada ruh, tiada nyawa, tiada api, karena umat Islam sekali tenggelam di dalam “kitab-fiqih” itu tidak terbang seperti burung Garuda di atas udara-udaranya agama yang hidup.

Nah, begitulah keadaan saya di Endeh, mau menambah pengetahuan, tetapi kurang petunjuk. Pulang balik kepada buku-buku yang ada saja. Padahal buku-buku yang tertulis oleh autoriteit-autoriteit ke Islaman itu pun, masih ada yang mengandung beberapa hal yang belum memuaskan hati saya, kadang-kadang malahan bertolak oleh hati dan ingatan saya. Kalau di negeri ramai, tentu gampang melebarkan saya punya sayap. . . . .

Alhamdulliah, antara kawan-kawan saya di Endeh, sudah banyak yang mulai luntur kekolotan dan kejumudannya. Kini mereka mulai sehaluan dengan kita dan tidak mau mengambing saja lagi kepada kekolotan lagi kepada kekolotannya, ketahayulannya, kemusyrikannya dan mulai terbuka hatinya buat agama yang “hidup”.

Mereka ingin baca buku-buku Persatuan Islam, tetapi karena malaisme, mereka minta kepada saya mendatangkan buku-buku itu dengan separuh harga. Sekarang saya minta keridhaan Tuan mengirimkan buku-buku yang saya sebutkan dibawah ini dengan separuh harga…. Haraplah Tuan ingatkan, bahwa yang mau baca buku-buku ini adalah korban-korban malaisme, dan bahwa mereka pengikut-pengikut baru dari haluan muda. Alangkah baiknya kalau mereka itu bisa sembuh sama sekali dari kekolotan dan kekonservatifan mereka itu; Endeh barangkali bukan masyrakat mesum sebagai sekarang !.

Bagi saya sendiri, saya minta kepada saudara hadiah satu dua buku apa saja yang bisa menambah pengetahuan saya, terserah kepada saudara buku apa.

Terima kasih lebih dahulu, dari saya dan kawan-kawan di Endeh.

Sampaikan salam saya kepada saudara-saudara yang lain.

Wassalam,

SOEKARNO.

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
210610005847-jika-.jpg
Jika Anak tidak Masuk Sekolah Favorit
210529143032-surat.jpg
Surat-surat Islam dari Ende, Korespondensi Soekarno-Hassan Bandung (Bagian I)
210609224759-benar.jpg
Benarkah Ada Dugaan Praktik Monopoli dan Kartel dalam Pengadaan Perangkat IT di Disdik KBB?
210529155806-surat.jpg
Surat-surat Islam dari Ende, Korespondensi Soekarno-Hassan Bandung (Bagian II)
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini