Islam Solusi Kekerasan dalam Rumah Tangga

  • LITERASI
  • -
  • Selasa, 11 Oktober 2022 | 09:53 WIB
221011095639-islam.jpg

Foto: SPSI Bekasi

Ilustrasi KDRT.

Oleh Mariam*

Dilansir dari Liputan6.com, Bandung, Maraknya pemberitaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), hingga berujung pada hilangnya nyawa, seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua betapa kekerasan dalam pernikahan bukanlah hal yang sepele. Seperti kasus viral saat ini tentang Lesti yang mengadukan suaminya ke polisi dugaan kekerasan. Korban KDRT didominasi perempuan dan anak-anak walaupun kekerasan juga dialami laki-laki.

Pernikahan seharusnya melahirkan kebahagiaan bagi suami dan istri. Namun dalam perjalanannya, tak jarang terjadi permasalahan. Jika sudah mulai menjadi benang kusut, permasalahan tersebut tidak akan terbendung lagi, dan tak jarang malah menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

UN Women Indonesia mengungkapkan satu dari tiga perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual. WHO mencatat satu dari lima perempuan di dunia mengalami pemerkosaan atau percobaan pemerkosaan. 

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan juga mencatat sepanjang pengaduan ke Komnas Perempuan juga meningkat secara signifikan sebesar 80%, dari 2.134 kasus pada 2020 menjadi 3.838 kasus pada 2021 kasus KDRT di Indonesia, dikutip dari CATAHU (catatan tahunan).

Tindakan KDRT dalam Islam yang dilakukan oleh suami terhadap istri dikenal dengan istilah nusyuz (durhaka). Nusyuz adalah salah satu perbuatan yang sangat dilarang dalam agama (haram).

Konsekuensinya adalah istri diperbolehkan melakukan khulu' atau menggugat cerai terhadap suaminya, jika membahayakan istri, maka pengadilan bisa menjatuhkan talak tanpa adanya khulu' dari istri.

Regulasi tak berdaya karena negara tak memberikan dukungan sistem kehidupan yang mendorong terbentuknya keluarga sakinah mawadah warohmah.

Fakta bahwa maraknya KDRT dipicu oleh kemiskinan dan perselingkuhan menjadi bukti tak adanya supporting sistem dari negara.

Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin sangat menentang KDRT, sehingga butuh peran negara dalam penyelesaiannya.

Hanya khilafahlah yang mampu mewujudkannya melalui penerapan Islam kaffah sebagai satu-satunya sistem yang menerapkan al qur'an d as sunnah.

Wallahu a'lam bishshawabi.

*) Penulis adalah anggota Komunitas Pena Bandung, tinggal di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.
TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini