Tips Menumbuhkan Potensi Anak Muda

  • LITERASI
  • -
  • Jumat, 29 Juli 2022 | 14:32 WIB
220729143509-tips-.jpeg

Foto Ilustrasi

Oleh Yuyun Suminah, A. Md

Saat berbicara anak muda, yang terfikir adalah sosok yang sedang menjalani pencarian jati diri, senang dengan hal-hal baru untuk dicobanya. Semangatnya tinggi dan enerjik. Maka wajar jika anak muda berlomba-lomba menggali potensi yang belum ditemukannya.

Potensi besar tersebut pun nampaknya tidak mau dilewatkan oleh Pemprov Jawa Barat,  diketahui bahwa Jabar melibatkan pemuda dalam program GenRe (Gerakan generasi berencana). 

Gerakan generasi berancana sendiri adalah GENRE (GENerasi beREncana) adalah program yang dikembangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan kelompok sasaran program, yaitu remaja yang berusia 10-24 tahun tapi belum menikah. Mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah, dan keluarga.

Hal ini disampaikan oleh Bunda Genre Yunimar Mulyana pada Jambore Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya di Hotel Grandia, Jumat 15 Juli 2022. Beliau menyampaikan "Konselor sebaya dan pendidik sebaya merupakan ujung tombak. Betapa tidak, pendidik sebaya adalah pemberi informasi atau Humas gerakan generasi berencana yang bergerak berdasarkan kurikulum genre." (Pikiranrakyat.com)

Menyoal pelibatan generasi muda dalam urusan pemerintahan, mesti juga diiringi  dengan pemahaman agama agar mereka memahami betul bahwa peran mereka sesungguhnya menjadi hamba yang taat kepada Sang Pencipta terikat dengan aturanNya. Sedangkan urusan yang berkaitan dengan masyarakat, maka negara tentu mempunyai porsi kewajiban yang lebih besar.

Disisi lain, bila kita melihat fakta saat ini dalam sistem kapitalisme yang membebaskan setiap orang untuk berekpresi, membatasi sekedar mencari materi semata bahkan tidak sedikit anak muda yang jauh dari nilai agama maka menjadi hal wajar sikap pragmatis, liberal dan moderat menyerang mereka.

Karena dalam sistem kapitalisme yang memisahkan urusan dunia dengan agama, peran agama hanya dicukupkan prihal ibadah saja sedangkan urusan kehidupan agama tidak diberikan peran. Sehingga menilai potensi anak muda pun hanya sebatas seberapa besar nilai materi yang didapatkannya.

Jika berbicara sistem, Islam pun memiliki sistem atau aturan kehidupan yang tertulis dibuku-buku sejarah. Bahkan betapa pentingnya anak muda dalam Islam, ada ungkapan dari seorang pemimpin umat pada saat itu, Umar Bin Khaththab ra., “Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda".

Itu menandakan begitu pentingnya peran mereka dalam berkontribusi menyelesaikan masalah. Hanya saja dalam sistem Islam nilai agama selalu jadi rujukan setiap problem.

Adapun tips menumbuhkan potensi anak muda dalam Islam diantaranya: 

Pertama tumbuhkan kepribadian Islam, memiliki kepribadian Islam mulai dari pola pikirnya yang diaplikasikan dalam sikapnya merupakan hal yang penting karena akan menentukan arah kehidupannya.

Kedua menstimulus, menumbuhkan potensi anak muda bisa dengan mengerjakan apa yang disukai atau diminati. Misalnya senang menggambar, menulis, berkebun, olahraga dan lainnya. Semua itu bisa dioptimalkan dengan catatan selama tidak memalingkannya dari potensi strategisnya serta syariat membolehkannya.

Ketiga berikan dukungan, dukungan dari orang terdekat seperti keluarga menjadi hal yang penting karena mereka akan merasa diperhatikan. Selain itu lingkungan sekitar atau masyarakat menjadi wadah untuk menyalurkan potensinya. 

Selain Tips tersebut yang bisa dilakukan oleh anak muda tak kalah penting suport negara pun diperlukan. Karena negara punya wewenang penuh dalam kepengurusan rakyatnya ini semua sesuai yang disampaikan oleh Rasulullah yang artinya :

"Imam (pemimpin) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Sehingga urusan potensi anak muda pun akan diarahkan sesuai syariat Islam tak hanya itu kemudahan dan fasilitas pun akan diberikan yang terbaik. Wallahua'lam.

*) Penulis adalah Seorang Guru dan Pegiat Literasi

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.
TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
220903130127-telur.jpg
Telur Meroket, Rakyat Tak Berdaya
220915145637-srate.jpeg
Srategi Islam dalam Mengelola Infrastruktur
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini