Tabayyunlah, Karena Dia Bagian dari Takwa

  • HIKMAH
  • -
  • Jumat, 22 Januari 2021 | 11:07 WIB
210122110913-tabay.jpeg

Ilustrasi

Oleh Muhamad Basuki

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi di jalan Allah, maka tabayyunlah. (an-Nisaa: 94)

Tabayyun adalah bentuk masdar dari kata tabayyana (tabayyana – yatabayyanu - tabayyunan). Maknanya adalah berusaha mencari kejelasan sesuatu atau kebenaran suatu fakta dengan teliti, seksama, dan hati-hati.

Tabayyun bukan hanya kebiasaan baik yang berfaidah untuk orang yang melakukannya, tapi lebih dari itu, tabayyun untuk orang adalah perintah Allah Subhanahu wa Taala.

Bagian dari Taqwa

Dalam suatu atsar dikisahkan Umar bin Khattab RA bertanya kepada Ubay bin Ka'ab, "Wahai Ubay, apa makna takwa?" Ubay yang ditanya justru balik bertanya. "Wahai Umar, pernahkah engkau berjalan melewati jalan yang penuh duri?"

Umar menjawab, "Tentu saja pernah." "Apa yang engkau lakukan saat itu, wahai Umar?" lanjut Ubay bertanya. "Tentu saja aku akan berjalan hati-hati," jawab Umar. Ubay lantas berkata, "Itulah hakikat takwa."

Percakapan yang sarat akan ilmu. Bukan hanya bagi Umar dan Ubay, melainkan juga bagi kita yang mengaku manusia bertakwa ini. Menjadi orang bertakwa hakikatnya menjadi orang yang amat berhati-hati dan termasuk di dalamnya kebiasaan tabayyun.

Perangi Hoax

Di zaman ini, informasi dan opini hadir di tengah masyarakat laksana angin puting beliung. Setiap orang bisa menjadi reporter yang memberitakan apapun secara mudah dan setiap orang bisa menerima informasi itu secara cepat pula.

Pada kondisi seperti ini bercampurlah di tengah kita informasi yang shahih (valid) serta informasi yang dhaif (not valid). Infomasi yang baik dan valid bisa bermanfaat untuk masyarakat tetapi infomasi yang keliru, bohong atau hoax inilah yang menjadi masalah.

Sejatinya, orang yang senantiasa berfikir, merenung dan tafakur akan melibatkan aktifitas tabayyun serta intidzar (melihat, mencermati, mempelajari) sehingga menjadi pribadi taqwa, hati-hati, berwawasan luas dan bijak dalam menentukan sikap.

Orang yang beriman dan bertaqwa itu jika memperoleh informasi yang tidak jelas dan tidak dimengerti, sesungguhnya Allah sudah memberi pedoman seperti yang termaktub dalam al-Quran surat al-Anbiya ayat 7, “Maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui”.

Tak usah malu untuk bertanya, tidak apa-apa disebut orang yang tidak tahu. Karena sesungguhnya orang yang sadar akan ketidaktahuan diri adalah bukti dia orang yang mengerti. Dan orang bisa bertanya menandakan dia adalah orang cerdas.

Walhasil, masalah hoax yang menjadi biang keladi kegaduhan dan keresahan di masyarakat tidak akan terjadi jika umat Islam melaksanakan perintah Allah yang dengan membiasakan tabayyun.

Semoga kita semua termasuk orang yang senantiasa bersikap hati-hati dalam menyikapi keadaan apapun.

*) Penulis adalah Ketua Komunitas Pena Bandung

Penulis/Pewarta: Muhamad Hafizh
Editor: Muhamad Hafizh
HAK CIPTA © PENABANDUNG.COM 2021

Bagikan melalui
Komentar
Berita Lainnya
Waspada, Inilah Ciri-Ciri Tukang Sihir atau Dukun yang Harus Anda Ketahui
Awas, Hadis Palsu dan Lemah Seputar Keutamaan Ibadah Bulan Rajab
Hari Pers Nasional 2021
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini