8 Hari Sejak Ditemukan di Indonesia, Paparan Covid B117 Kini Bertambah Jadi 6 Kasus

  • BUGAR
  • -
  • Rabu, 10 Maret 2021 | 11:58 WIB
210310125252-8-har.jpg

Foto rekayasa/Pena Bandung

PENABANDUNG.COM - Sejak ditemukan dua kasus virus Covid-19 varian B117 UK Mutation di Indonesia, Selasa (2 Maret 2021), kini ditemukan kembali empat kasus lagi, sehingga sampai saat ini total menjadi enam kasus.

Keempat kasus tambahan tersebut ditemukan pertama di Palembang, Sumatera Selatan pada 11 Januari 2021. Lalu di Kalimantan Selatan pada 6 Januari 2021, di Medan pada 28 Januari 2021, teranyar di Balikpapan, Kalimantan Timur pada 12 Februari 2021.

"Untuk tindak lanjutnya, sekarang kita sedang melakukan surveillance terhadap kontak eratnya mereka. Dan sedang kita kejar agar bisa segera dites dan dilakukan genome sequence. Untuk update teman-teman sekalian, wartawan. Untuk dua kasus pertama  yang datang dari Arab Saudi, kasus Karawang (Jawa Barat), itu semua kontak eratnya sudah dites dan mereka negatif. Jadi Alhamdulillah karantina di airport Soekarno Hatta cukup baik," ucap Menkes Budi saat konferensi pers virtual, dikutip dari KBR, Senin (8 Maret 2021).

Budi Gunadi menambahkan, keempat kasus tambahan tersebut sudah negatif Covid-19, karena pemerintah mengarantina pasien yang ditemukan positif Covid-19 saat pengetesan di bandara.

Sampai saat ini, kementerian masih menggencarkan testing untuk menjaring kemungkinan adanya kasus varian baru Covid-19 tersebut.

Sebelumnya Pemerintah diminta serius menyikapi temuan dua kasus positif Covid-19 dari varian baru B117. Varian baru ini dikenal lebih menular, hingga menyebabkan kasus di Inggris melonjak tajam. 

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Budi Haryanto mengatakan pengetatan diperlukan untuk mencegah varian baru ini masuk ke Indonesia.

"Ya pertama kalau memang mencegah jangan sampai lebih banyak lagi, berarti kan pintu masuknya yang kemudian diperketat ya. Terutama kan yang boleh masuk dari luar negeri itu kan orang-orang Indonesia yang kembali ke Indonesia ya. Kalau orang luar negeri kan belum boleh masuk ke Indonesia gitu. Jadi ya pemeriksaan khusus untuk mereka-mereka yang baru datang dari luar negeri itu yang harusnya diperketat," ujar budi saat diwawancarai KBR, Jumat (5 Maret 2021).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IAKMI Budi Haryanto  meminta pemeriksaan dengan genome sequences  diperbanyak guna mendeteksi penyebaran dari varian baru ini. Kata dia, pelacakan varian baru Covid-19 tidak cukup dilakukan dengan tes PCR saja. ***

Penulis/Pewarta: Tim Pena Bandung
Editor: Asep el-Abbas
©2021 PENABANDUNG.COM

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini