Ditemukan 2 Kasus Baru, Corona B.1.1.7 dari Inggris Sudah Masuk Indonesia

  • BUGAR
  • -
  • Rabu, 3 Maret 2021 | 14:32 WIB
210303145303-sudah.png

Foto: freepik.com

Ilustrasi virus

PENABANDUNG.COM - Satu tahun sudah pandemi corona malanda negeri ini. Pemerintah mulai dari pusat sampai daerah telah malakukan beberapa langkah penanggulangan dan pencegahan guna menekan penyebaran virus.

Satgas Covid-19 menyebutkan, sampai 3 Maret 2021 tren peningkatan wabah masih tinggi. Dari total 1,34 juta kasus, pasien dinyatakan sembuh 1,15 juta orang dan meninggal dunia sebanyak 36.325 orang.

Kini tantangan semakin tidak mudah, lantaran varian mutasi virus Covid-19 yaitu Corona B.1.1.7 ditemukan di Indonesia.

Baca juga: Kelurahan Sukapada Siap Laksanakan Mikro Lockdown Guna Tekan Sebaran Covid-19

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan virus Corona mutasi dari Inggris telah masuk ke Indonesia. Ia mengatakan, terdapat dua kasus konfirmasi mutasi virus Corona dari Inggris.

"Ada berita yang saya terima dari 1 tahun kita melakukan refleksi, kalau satu  tahun yang lalu kita menemukan kasus 01 dan 02 Covid-19, tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat satu tahun hari ini kita menemukan mutasi B117 UK Mutation di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan dua kasus," ujarnya dikutip dari KBR, Rabu (3 Maret 2021).

Dante mengatakan ditemukannya kasus baru mutasi dari Inggris, menambah tantangan baru bagi penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Ia menyebut, tantangan berat kedepan perlu dihadapi dan disikapi secara tepat oleh pemerintah. Disamping itu, peran serta epidemiolog dan para pakar kesehatan juga diperlukan dalam mengembangkan riset.

Baca juga: CEK FAKTA: Beredar Video Seorang Wanita Kejang dan Pingsan Setelah Divaksin Covid-19

"Artinya apa, artinya kita akan menghadapi pandemi ini dengan tingkat kesulitan yang semakin berat. Dari 462 yang sudah kita cek di seluruh Nusantara dalam beberapa bulan ini, kita sudah menemukan dua kasus tadi malam dan refleksi itu akan membuat tantangan baru ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, studi-studi epidemiologis secara analitis, karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita," tuturnya. 

Lebih lanjut Dante meminta masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan pandemi Covid-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas. Menurutnya, langkah 3T yakni tracing, testing, dan treatment akan terus digencarkan, sambil tetap mendorong program vaksinasi Covid-19.

Menurut  Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman, varian mutasi virus dilatarbelakangi semakin banyaknya kasus infeksi di pelbagai tempat di belahan dunia. Oleh sebab itu, semakin besar kemungkinan virus itu bermutasi dan masuk antarnegara.

Baca juga: Inilah Obat Alami yang Dipercaya Ampuh untuk Mengobati Mata Ikan

"Saat yang ini 70% lebih cepat menular dan artinya potensinya dia bisa menjadi juga yang dominan di level global dan artinya untuk diketahui ketika ada satu virus yang mutasi seperti ini di mana koneksi global tidak ada batasan. Sangat besar kemungkinan juga itu akan menyebar cepat," ucapnya.

Dicky mengatakan pemerintah Indonesia tentu harus menyikapinya dengan penguatan surveilans kesehatan masyarakat dan survelians genomik. Menurutnya, tantangan ini perlu dijawab pemerintah dan menjadi pekerjaan rumah yang patut mendapat dukungan dari seluruh pihak.

"Inilah yang selalu saya ingatkan bahwa perjalanan kita keluar dari pandemi ini masih panjang, meskipun ada vaksin sekalipun situasi yang terjadi saat ini bisa memburuk sewaktu-waktu akibat kita lalai dalam pengendalian pandeminya. Dengan apa? Dengan intervensi di public health-nya yaitu 3T, 3M, pembatasan mobilitas dan interaksi," tuturnya. ***

Penulis/Pewarta: Tim Pena Bandung
Editor: Asep el-Abbas
©2021 PENABANDUNG.COM

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini